Surat Kepada Pemimpin-Pemimpin Agama di Seluruh Dunia

by

Bismillahirrahmanirrahim, Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang,

Selamat pagi, semoga Allah senantiasa memberikan petunjuk kepada Anda semua dalam mencari kebenaran,

Bapak Uskup/Pendeta dan pemimpin-pemimpin agama,

Kita tahu bahwa dalam hidup ini kita senantiasa ingin mencari kebenaran. Kebenaran itu kadang kita dapatkan dan kadang tidak. Tapi dengan usaha yang sungguh-sungguh Tuhan (Allah) pasti menunjukkan kita pada jalan kebenaran.

Kebenaran itu kadang tertutupi oleh nafsu kita. Jadi kadangkala kita tahu bahwa suatu hal benar, tapi karena rasa sombong, iri hati/dengki menyelimuti, maka kita tidak mengakui itu sebagai kebenaran.

Kebenaran kadang juga tertutupi oleh ketakutan kita terhadap masa depan. Misalnya takut bagaimana hidup dijalani, takut darimana harta benda diperoleh, sementara kita sangat bergantung kepadanya.

Kebenaran kadang juga tertutupi oleh ketakutan kehilangan anak buah atau teman-teman.

Tapi bila kita sungguh-sungguh mencari kebenaran, maka Allah akan memberikan petunjuk jalanNya.

Allah SWT dalam Al Quran yang mulia berfirman :

“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh (jihad) di jalan Kami, maka Kami akan berikan jalan-jalanNya.”

“Barangsiapa bersungguh-sungguh (jihad), maka kesungguhan itu kembali pada diriNya.”

Bapak Uskup/Pendeta,

Al Quran ini adalah wahyu yang diturunkan Allah untuk semua manusia. Ia bukanlah karangan Muhammad (saw). Ia bukanlah buatan manusia. Ia bukanlah cerita dongeng ngawur, tanpa fakta/peristiwa.

Al Quran adalah ‘surat’ dari Yang Maha Pengasih kepada kita manusia. Beda dengan kitab agama lain yang banyak kesalahan (pertentangan), maka tidak ada satupun ayat dalam Al Quran yang bertentangan.

Mereka yang mau mempelajari sastra bahasa Al Quran, maka ia akan menjadi ahli sastra yang hebat. Mereka yang mau mempelajari serius kisah-kisah yang dipaparkan Al Quran, maka ia akan menjadi ahli sejarah yang hebat. Mereka yang mau mempelajari cerita-cerita politik dalam Al Quran, ia akan menjadi ahli politik yang hebat. Mereka yang mau serius mempelajari ilmu jiwa dalam Al Quran, maka ia akan menjadi ahli ilmu jiwa (psikologi) yang hebat.

Al Quran adalah puncaknya ilmu manusia. Dari Al Quran (dan Sunnah Rasulullah saw), para ulama menguraikan tentang ilmu sastra, ilmu sejarah, ilmu politik, ilmu jiwa, ‘ilmu sains’, dan lain-lain.

Ilmu yang menyimpang dari Al Quran, maka sebenarnya ia bukanlah ilmu. Ia baru spekulasi pengetahuan. Maka bila ada pengetahuan yang menyimpang dari Al Quran, maka ia pasti salah. Ia pasti menyimpang dan hanya mengikuti hawa nafsu.

TIdak seperti kitab lain, maka Al Quran dijaga kemurniannya oleh Allah SWT. “Kami yang menurunkan adz dzikr (Al Quran), dan Kami sesungguhnya akan menjaganya.” (Al Quran)
Maka Al Quran sejak diturunkan kepada Nabi Muhammad saw sampai sekarang dijaga kemurniannya oleh Allah SWT. Tidak seperti kitab Bibel atau kitab agama lain yang banyak mengandung cacat di dalamnya. Bibel misalnya, tidak jelas bahasa aslinya sampai sekarang. Yang ada hanya terjemahan di seluruh dunia. Padahal rasa bahasa asli beda dengan terjemahan, sastra bahasa asli beda dengan terjemahan. Maka Bibel banyak kekacauan di sana. Bahkan para teolog Kristen sendiri pernah mengadakan pertemuan bahwa Bibel yang asli, yang mungkin pernyataan dari Isa (Nabi) sendiri, mungkin hanya 18 persen. Bagaimana mungkin sebuah kitab suci kok menceritakan Nabi menyeleweng (berbuat zina)? Padahal Nabi adalah orang-orang yang terpilih, yang diberi petunjuk Allah untuk menjadi teladan manusia. Bagaimana mungkin kitab suci mengalami perubahan terhadap suatu barang yang diharamkan untuk manusia. Tadinya babi yang diharamkan, kemudian berubah menjadi babi hutan yang diharamkan?

Bibel saja susah ditelusuri kebenarannya apalagi kitab-kitab lain sebelum Bibel, seperti Weda dan seterusnya.

Maka hanya Al Quran yang dapat ditelusuri kebenarannya, sejarahnya dan bukti-bukti kemukjizatannya hingga kini.

000

Maka kami dengan tulus mengajak para uskup/pendeta –juga pimpinan agama lain- marilah kita kembali kepada Al Quran. Marilah Al Quran ini kita jadikan pegangan bersama untuk mengatur dunia ini. Karena hanya Al Quran –wahyu dari Yang Maha Memahami manusia—ini yang dapat menyelesaikan problematika manusia di zaman mutakhir ini.

Semoga Allah SWT memberikan petunjuk (hidayah) kepada bapak uskup/pendeta untuk memeluk Islam dan menjadikan Al Quran sebagai pedoman hidup sehari-hari.

Allah SWT berfirman :

Alif laam raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu, (QS Hud 1)

Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Kami, mereka tidak tersembunyi dari Kami. Maka apakah orang-orang yang dilemparkan ke dalam neraka lebih baik, ataukah orang-orang yang datang dengan aman sentosa pada hari Kiamat? Perbuatlah apa yang kamu kehendaki; Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari Al Quran ketika Al Quran itu datang kepada mereka, (mereka itu pasti akan celaka), dan sesungguhnya Al Quran itu adalah kitab yang mulia. Yang tidak datang kepadanya (Al Quran) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. (QS Fushshilat 40-42)

Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al Quran yang agung. (QS al Hijr 87)

Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar, (QS Al Isra 9)

Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.  Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (QS an Nahl 89-90)

Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al Quran ini setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat pelajaran. (Ialah) Al Quran dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa. (QS Az Zumar 27-28)

Dan jikalau Kami jadikan Al Quran itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?” Apakah (patut Al Quran) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: “Al Quran itu adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang mukmin. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh”. (QS Fushshilat 44). II

Izzadina